Ada sebuah pertanyaan besar yang ada di benak saya setelah melihat
perkembangan internet akhir-akhir ini. Rupanya pertanyaan yang sama juga
ada di benak European Commission (EU) dan Federal Trade Commission (US)
bahkan oleh Texas Attorney General. Apakah Google memonopoli internet?
Google CEO Eric Schmidt said this in 2009: “If you have something that you don’t want anyone to know, maybe you shouldn’t be doing it in the first place.”
Google, yang pemberkasan domainnya dilansir pada tanggal 4 September 1998, mengklaim bahwa tidak ada praktik monopoli
sama sekali di bisnisnya. Walaupun demikian, secara khusus, Google
mengatakan bahwa sedang berlangsung review tentang beberapa bisnisnya,
termasuk DoubleClick, Admob dan ITA Software.
Masih fresh ketika dahulu, bulan April 2008, dunia digegerkan dengan
rencana penggabungan Google dan Yahoo! Inc. Kalau itu benar terjadi, tak
pelak akan ada monopoli besar di search engine dan sistem pemasarannya.
Ini jelas bahaya karena perputaran uang di search engine akan berkutat
di dua perusahaan terbesar ini. Untung gak jadi. Persis tiga jam sebelum
Deparment of Justice-nya Amerika memasukkan gugatan, dealnya batal.
Sampai dengan saat ini, banyak gugatan yang mengarah ke Google dan berbagai perusahaan besar internet lainnya, seperti Facebook
misalnya. Semuanya berkutat di permasalahan penggunaan data pengguna.
Bahkan secara terang-terangan Facebook meng-email semua penggunanya
untuk mempergunakan photo-photo untuk kepentingan bisnis Facebook.
Karena kejadian ini Facebook banyak di protes penggunanya. Hell no!
Yang paling gres dari Google adalah, beberapa hari yang lalu, pengacara perusahaan ini mengajukan permohonan untuk dapat membaca email dari setiap akun GMail.
Yes, Google akan membaca isi setiap email yang kita kirim melalui
sistem mereka. Alesannya simpel, sedikit naif juga menurut saya : “Scanning email is simply part of the business”. Whatt??
Wait. Mungkin ada benernya juga. Disetiap akun Gmail ada text-ads
yang selalu muncul. Berawal dari sini, Google ‘maksa’ ingin membaca
email kita. Keahlian algoritma Google yang membaca kata, tentu saja akan
sangat berguna apabila bisa mendeteksi setiap kata di dalam email dan
kemudian mengirimkan setiap iklan yang berhubungan dengan kata-kata
tersebut. Boom! hasilnya tentu saja menjadi bentuk iklan yang
sangat-sangat targeted. Masalahnya adalah, apakah akan berhenti sampai
disitu saja. Wallahualam.
Walaupun sudah bersusah payah untuk menangkis berita dari Edward Snowden,
mata-mata yang membocorkan rahasia Amerika ke publik, yang mengatakan
bahwa Google adalah salah satu perusahaan yang membocorkan data
penggunanya ke NSA melalui PRISM Program.
PRISM adalah nama kode untuk program pengumpulan data via internet yang
didukung oleh Protect America Act. Awalnya, program ini dipakai untuk
mencegah terorisme dengan membuka data dan akses ke setiap akun yang
dicurigai oleh National Security Agency (NSA) akan membahayakan bagi
Amerika. Perusahaan besar yang berpartisipasi dalam program ini adalah :
Microsoft, Yahoo, Google, Facebook, PalTalk, YouTube, Skype, AOL dan
Apple. Terakhir, Dropbox pun disebut akan join. Tentu saja, semua
perusahaan ini membantah dengan keras keterlibatan mereka dalam PRISM.
Apapun itu, Google adalah raksasa besar. Karena besar berarti patut
untuk sombong. Hanya saja, kesombongan itu tidak berarti di China. Entah
kenapa, sekarang saya jadi mengerti mengapa Cnina menolak mentah-mentah
Google dan men-support habis search engine domestik : Baidu.
Tindakan yang dahulu dikecam banyak orang dunia, karena menghalangi
globalisasi informasi katanya, sekarang menuai pujian. Hanya dengan
keberanian semacam inilah, sebuah bangsa akan berdaulat besar. Kekuatan
perusahaan global, yang didukung oleh Amerika, kemudian masuk menembus
batas investasi dan ruang private, wajib dicurigai. Sayangnya negara
kita tercinta ini masih malu-malu apabila berhubungan dengan perusahaan
luar negeri. Lihat saja berapa banyak hasil alam kita yang dibawa ke
luar negeri, oleh perusahaan luar negeri. Akankah, hasil intelektual
kita termasuk pemikiran dan teknologi, akan dikuasai oleh perusahaan
asing juga? Betulkan Google sedemikian murah hati untuk memasang muka
manis dengan Pemerintah Indonesia? Ini adalah dosa besar yang sudah dan
akan diperbuat Google terhadap bangsa ini.
1. Sebelum Membeli Android, Ini Harus Tahu
Setiap kali pertama kali kita mengaktifkan smartphone android, akan
ada notifikasi agar memasukkan akun Google kita. Saya baru menyadari ini
sedikit janggal ketika sadar bahwa akun tersebut tidak akan pernah
tertutup selama kita memakai android yang sama. Artinya, semua bisnis
Google : Search Engine, Video: YouTube, Maps, Gmail dan Chrome termasuk
Google CheckOut (sekarang Google wallet) akan terus berada dalam posisi
‘on’. Here’s the problem : ketik kata ‘email’ maka kita akan diarahkan
ke Gmail, padahal Gmail adalah layanan email yang ketiga terbesar di
dunia. Yang pertama adalah YahooMail. Termasuk ketika kita ketik kata
‘analytic’ atau ‘translate’, tebak apa yang keluar pertama kali.
Pencarian anda di Android tidak akan pernah fair. Google-lah yang
berkuasa dan ini tidak pernah dikomunikasikan ke publik.
2. Google Maps : Intelejen atas nama Peta
Saya pernah posting di Bixbux ini tentang bagaimana Google Maps bisa sangat membahayakan.
Ini sungguh terjadi. Dengan leluasa Google bisa mendeteksi dimana kita
berada. Pejabat tinggi negara, lokasi instalasi militer sampai dengan
lokasi rahasia akan terkuak dengan mudah. Jangan lupa, berdasarkan
undang-undang kita, peta dasar sebuah wilayah hanya bisa disediakan oleh
negara. Google sudah melanggar ini dengan menyediakan peta dasar setiap
inchi ibu pertiwi. Pertanyaan : apakah anda yakin Google gak bisa liat
berapa banyak tank atau pesawat kita yang diparkir di outdoor? Atau
berapa banyak anggota militer kita dengan mengidentifikasi berapa banyak
markas/barak militer yang kita punyai? Bagaimana dengan istana negara,
yakinkah kalau presiden kita terbebas dari ancaman? Secara keluar
masuknya kendaraan di istana negara dapat diketahui Google secara real
time?
3. Adsense Publisher Indonesia? Banned!
Saya tidak menyalahkan Google karena banyak mem-banned akun adsense
dari publisher asal Indonesia. Banyak banget sekarang penyedia layanan
ads, baik itu ads-network atau traffic source company, yang menolak
publisher dari Indonesia hanya karena banyaknya ‘fraud’ yang dilakukan.
Yang tidak boleh dilupakan adalah : Google pun mencari uang di
Indonesia. Pemasang iklan di Google dari Indonesia bisa dikatakan sangat
potensial. Ketakutan Google ini ditandai dengan dibukanya kantor Google
secara diam-diam. Sempat ada kontroversi apakah perlu Google memasang
server di Indonesia, tetapi lambat laun berita itu senyap karena Google
meng-klaim hanya mengaktifkan biro iklannya saja di Jakarta. Mau biro
iklan atau apapun itu, uang dari advertiser asal Indonesia tetap saja
ditarik mulus ke Singapore (kantor Google ada disana) sebelum dilarikan
dengan senyuman ke Amerika.
Kalau perusahaan sebesar ini selalu menyalahkan Publishernya dan mendewakan Advertiser, terus mengapa setiap dollar dari akun yang ter-banned, yang selalu dibilang akan dikembalikan ke pemasang iklan (advertiser) tidak pernah terjadi. Kejadian ini pernah ditelusuri oleh rekan saya, Harrison Gervitz, yang akun adsense-nya dibanned, tetapi uangnya tidak pernah kembali ke advertiser (Harrison juga pemasang iklan di Google, pemegang akun premium Adwords).
Kalau perusahaan sebesar ini selalu menyalahkan Publishernya dan mendewakan Advertiser, terus mengapa setiap dollar dari akun yang ter-banned, yang selalu dibilang akan dikembalikan ke pemasang iklan (advertiser) tidak pernah terjadi. Kejadian ini pernah ditelusuri oleh rekan saya, Harrison Gervitz, yang akun adsense-nya dibanned, tetapi uangnya tidak pernah kembali ke advertiser (Harrison juga pemasang iklan di Google, pemegang akun premium Adwords).
4. Menguasai Pasar Indonesia dari Luar
Mengapa pemerintah Indonesia begitu tunduk terhadap Google?
Jawabannya cuma satu : karena rakyat kita begitu bangga dengan produk
yang mendunia. Lihat saja betapa orang kita sangat bangga berkenalan
dengan orang-orang Google. Atau ketika terlibat dalam berbagai acara
yang diselenggarakan oleh Google. They are not a God. Mereka
adalah penguasa pasar search engine di Indonesia. Adakah search engine
lokal yang sering kita pakai? No, gak ada. Terus kenapa tidak ada
program pemerintah untuk memakai produk lokal, bahkan dalam kita
berinternet? Jutaan traffic dari Indonesia saat ini betul-betul dikuasai
oleh berbagai perusahaan luar negeri, dari luar negeri dan tidak ada
perlindungan sama sekali dari pemerintah lokal. Apabila ada dispute,
undang-undang ynag dipakai tentu saja undang-undang dimana kantor Google
itu berada. Undang-undang Indonesia? Maaf ya, gak akan dipake, kecuali
yang mengatur iklan digital. Eh, emang ada ya?
5. Google Play? Developer Indonesia Harap Menyingkir
Ini sangat riil. Tidak seperti Apple, Google tidak memperbolehkan
developer aplikasi asal Indonesia, yang tinggal di Indonesia dengan akun
bank Indonesia untuk ‘mencari uang’ di pasar aplikasi Android
miliknya: Google Play. Bandingkan dengan berapa banyaknya pengguna
Android di Indonesia. Di tahun 2011 saja, pengiriman smartphone Android
ke Indonesia tumbuh 22 persen secara berurutan. Secara global, 48 miliar
aplikasi Android yang sudah diinstal dan 2.5 miliar terakhir didapat
hanya dalam kurun waktu 4 bulan saja. Untuk itu Google juga mengakui
bahwa kini pendapatan mereka lebih banyak dari Google Play Store
dibanding tahun lalu dan pendapatan per penggunaan juga meningkat 2.5
kali. Hal tersebut diungkap dalam acara Google I/O 2013 yang
diselenggarakan diMoscone Center West, San Fransisco pada bulan Mei
2013. Jadi, operating systemnya masuk ke Indonesia (90% melalui handset
Samsung), aplikasinya banyak diunduh orang Indonesia, tetapi orang
Indonesia, yang tinggal di bumi pertiwi, dengan akun bank lokal, tidak
diperbolehkan menjual aplikasi berbayar di Google Play. Dimana keadilan?
6. There ain’t no such thing as a free lunch!
Artinya : gak ada itu namanya makan siang gratis, semua ada timal baliknya. Oke, Google di Indonesia mempunyai program Bisnis Lokal Go Online. Salah satu programnya adalah menyediakan domain dan hosting gratis untuk 100.000 pengusaha kecil yang akan menggarap pasar online. Secara khusus disebutkan, saat ini hanya ada 75.000 UKM dari 17 juta UKM yang memiliki website
sendiri. Santa claus? Wait, tunggu dulu. Bantuan lain dari program ini
adalah Bantuan dari Google ini secara lebih rinci yaitu: (1) Gratis
domain “.co.id” untuk satu tahun pertama setelah pendaftaran. Untuk
tahun berikutnya peserta UKM akan dikenakan biaya maksimal Rp 150.000
per tahun, (2) Gratis konsultasi dan edukasi bisnis yang berkelanjutan,
(3) Gratis iklan online dan terdaftar di Google Maps, (4) Kupon AdWords
bernilai Rp 500.000 untuk 100.000 pendaftar pertama yang telah
mengaktifkan situs mereka dan memiliki akun di AdWords. Hhmm..tiga dari
empat poin di atas memakai kata gratis. Oke, tetap saja gak akan gratis
selamanya, tetapi kita semua tahu, mempunyai website saja tidaklah cukup
bagi sebuah perusahaan. Perjuangan untuk mendapatkan ranking pertama di
search engine itu yang justru menarik. Akankah Google memberikan
insentif posisi hasil search engine? Kecuali produk Amazon (karena 3
board director-nya Google dulunya dari Amazon, bahkan Amazon konon
mempunyai integrasi platform ads PPC
yang khusus dr Google), jangan harap Google akan mengulurkan tangan.
Kapitalis bernama Google ini akan terus menarik setiap rupiah yang kita
punya ke luar negeri.
Terus terang, saya bukan antipati terhadap Google. Tetapi rasanya
memang perusahaan ini perlu penyeimbang yang sebanding. Investasinya
dipajak lebih banyak kek, atau harus bersikap ramah terhadap bangsa ini.
Entah kenapa saya mempunyai keyakinan, kalau presiden kita masih
Soekarno, tidak akan harkat dan martabat bangsa ini diinjak sedemikian
dalam oleh perusahaan luar negeri. Sedih, tapi kita akan selalu diposisi
yang kalah oleh Google.
Gak percaya, yuk kita ‘googling’ lagi aja, daripada mikir yang beginian
Gak percaya, yuk kita ‘googling’ lagi aja, daripada mikir yang beginian
Note : semoga artikel ini di-index Google dan Bixbux gak di sandbox.
Sumber : http://bixbux.com/6-dosa-besar-google-terhadap-bangsa-indonesia/

Submit your blog or website now for appearing in Google and over 300 other search engines!
ReplyDeleteOver 200,000 websites submitted!
Submit NOW with I NEED HITS!!!
QUANTUM BINARY SIGNALS
ReplyDeleteGet professional trading signals sent to your mobile phone daily.
Start following our trades NOW & profit up to 270% a day.
If you're looking for a good Cost Per Sale ad company, I recommend that you take a look at ClickBank.
ReplyDelete